Tampilkan postingan dengan label Kedaulatan Pangan Menurut Cak Nun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedaulatan Pangan Menurut Cak Nun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 April 2010

0

Tak Lulus Ujian, Siswa Lempari Guru dengan Batu

Tak Lulus Ujian, Siswa Lempari Guru dengan Batu
Headline News / Nusantara / Selasa, 27 April 2010 16:05 WIB

Metrotvnews.com, Bulukumba: Seorang siswa SMA Negeri 1 Tanete, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (27/4), marah-marah karena tak lulus ujian nasional. Karena kesal, siswa nekat melempar gurunya dengan batu bata.

Tindakan itu dilakukan tepat setelah namanya diumumkan tak lulus ujian. Teman-teman dan polisi langsung menangkap dan menenangkan sang siswa. Sebanyak 52 orang dari 241 siswa di SMAN 1 Tanete dinyatakan gagal alias tak lulus ujian.

Di lokasi lain, puluhan siswa di SMAN 1 Kindang histeris hingga tak sadarkan diri setelah tahu gagal di ujian nasional. Menurut pihak sekolah, sebanyak 68 dari 104 siswa dinyatakan tak lulus ujian. Tingkat kelulusan ujian di sekolah ini turun hingga 20 persen.(*****)



Sumber : Tak LUlus Ujian, Siswa Lempar Batu

Read the rest of this entry -»

Selasa, 17 November 2009

1

Misteri Ayat Al Quran Dengan Gempa Padang

Misteri Ayat Al Quran Dengan Gempa Padang

Fatwa MUI Sumbar H Gusrizal Gazahar Lc menegaskan, umat jangan memaksakan kejadian yang terjadi di muka bumi Allah, dengan penomoran ayat dalam al Quran. "Makna ayat dalam al Quran, sudah tentu benar. Akan tetapi, menghubungkan penomoran al Quran dengan peristiwa yang telah terjadi, merupakan sikap mengada-ada. Jika dibiarkan berlarut, akan berkembang ke hal yang tak baik dan bisa jatuh pada perbuatan yang dilarang oleh Allah. Jangan dipaksakan seperti itu," ungkap Gusrizal.

Gusrizal dimintai tanggapannya, seputar banyaknya beredar pesan singkat (SMS) melalui telepon seluler yang isinya, mengait-ngaitkan waktu kejadian gempa Rabu (30/9) di Sumbar dan Kamis (1/10) di Jambi, dengan apa-apa yang telah dijelaskan Allah dalam al Quran.

"Tak bisa dipaksakan pemahaman antara waktu kejadian gempa, dengan penomoran surat dalam al Quran. Sebab, di masing-masing daerah, penomoran surat ini tak sama," tegas Guzrizal

Gempa dengan kekuatan 7,9 SR di Sumbar, kejadiannya disebutkan sekitar pukul 17.16. Gempa susulannya terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya sekitar pukul 08.52.


"Penentuan waktu kejadian ini, apakah telah sama untuk semua lembaga. Kemudian, apa yang menjadi titik acuannya," tegas Gusrizal

Jika kita simak waktu gempa ini, dia akan menuntun kita pada QS. Al Israa’ (17) ayat 16. Dalam ayat ini dijelaskan, “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Kemudian, gempa susulan 17.58 bisa dikaitkan dengan QS. Al Israa’ ayat 58 yang artinya “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Selanjutnya, gempa susulan di Jambi pada 8.52 yang bisa dirujuk dengan QS. Al Anfaal: 52 yang maknanya; “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Fakta ini, menurut Gusrizal, tak bisa dikaitkan semudah itu saja. Sebab, musibah-musibah yang dialami boleh jadi merupakan Ujian bagi keimanan dan kesabaran seseorang karena ini merupakan keniscayaan dalam hidup (QS Al-Ankabut: 2-3). Selain itu, boleh jadi juga bencana sebagai cara yang ditempuh Allah guna pengampunan dosa (QS Al Imran 140-141).

Bagi umat yang awam, sebut Gusrizal, tak dituntut untuk bisa memahami al Quran sendiri. Sebab, penjelasan al Quran itu dijelaskan oleh al Quran itu sendiri, melalui sunnah dan pemahaman melalui ulama. "Khusus bagi umat yang awam, silahkan bertanya ke ulama, jangan ditelan mentah-mentah apa yang beredar," harapnya.



Read the rest of this entry -»

Jumat, 28 Agustus 2009

18

Pantun-Pantun Bijak, Warisan Budaya Nenek Moyang Kita

Pantun-Pantun Bijak, Warisan Budaya Nenek Moyang Kita

Berikut ini kawan, pantun yang mungkin udah lama kita denger. Semoga aja bermanfaat bagi anda semua. Semoga pantun ini tidak diklaim sebagai milik Malaysia.


Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian


Kehulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian


Kerat kerat kayu diladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul


Harapkan untung menggamit
Kain dibadan didedahkan
Harapkan guruh dilangit
Air tempayan dicurahkan


Pohon pepaya didalam semak
Pohon manggis sebasar lengan
Kawan tertawa memang banyak
Kawan menangis diharap jangan.

Yuk Kita budayan negeri kita dengan budaya yang santun dan damai.

Salam Cak Sun...



Read the rest of this entry -»

Kamis, 09 Juli 2009

0

Cara Memasang Meta Tag Di Blogger

Cara Memasang Meta Tag Di Blogger merupakan cara yang ampuh untuk mendatangkan pengunjung dari mesin Robot.

Kawan, Disini saya akan sedikit sharing, bagaimana caranya agar blog kita mampu bersaing guna mendapatkan pengunjung dari mesin pencari. Misal google.

Bagi pemilik blog dari Blogger.com, kiranya tips ini bisa membantu untuk meng-optimasi blog anda. Kenapa blog kok harus di optimasi???

Yup,... Blog tanpa di optimasi, bagai makan nasi tanpa nasi, hehe,... betul gak yaa,..
Wiss,...poko'nya, meng-optimasi blog merupakan wajib bagi pemilik blog. Banyak sekali blog di luar sana. Mereka bersaing untuk bisa menduduki di mesin pencari, misal google atau yahoo.

langsung aja yaa,... gak usah basa basi,..

Begini, Pertama anda dalam posisi masuk atau log in di blogger.com.
Setelah itu, klik setting/tata letak, terus klik HTML. nah..... jangan lupa Centang atau klik Expand Tempalte Widget.

Anda sudah mulai memasuki Goa. Nah disini inilah semua penampilan blog anda berada.

Mungkin bagi yang template blog anda sudah friendly, gak perlu untuk mengikuti tips ini. Mungkin ada baiknya bila anda mengecek dulu, apakah sudah anda edit untuk dimasuki Keyword atau sudah pas-kah Keyword blog anda.

Perlu di ketahui, bahwa untuk mengatur meta Tag atau memasang meta tag, biasanya di bawah Kode : ini...

Tapi, Biasanya ada template yang tidak ada kode tersebut. Lalu solusinya gimana..????

jangan Khawatir kawan,.. Ni ada jampi-jampi yang mantap, heheee....

Langsung saja pasang Kode ini :
========

<span style="color: rgb(0, 153, 0);"></span>
<meta content="0pzV2VmO8F4Y9Z9dpUrShQfPDgyL70FoIJ2nqsr+Ljs=" name="verify-v1">
<b:include data="blog" name="all-head-content">

<b:if cond="data:blog.pageType == &quot;index&quot;">
<title><data:blog.pagetitle/></title>
<b:else>
<title><data:blog.pagename/></title>
</b:else>

<b:if cond="data:blog.pageType != &quot;item&quot;">
<meta content="" style="&quot;color:">Olahraga dan Kesehatan I Olahraga Sepak Bola Air Bulutangkis</span>" name="description">
</b:if>

<meta content="" style="&quot;color:">Olahraga, Kesehatan, Sepak Bola, Sehat</span>" name="keywords">
<meta content="INDEX, FOLLOW" name="ROBOTS">

<link href="http://%5Blokasi-gambar-kamu.com%5D/favicon.ico" rel="shortcut icon" type="image/x-icon">

<b:skin><!--[CDATA[


*Semoga membantu. Jangan lupa komentar ya..!!??

Read the rest of this entry -»

Senin, 11 Mei 2009

2

Cinta Menurut Cak Nun (Emha Ainun Nadjib)

"Kalau engkau mencari kebenaran maka jalannya bukan cinta, apalagi kebencian. Jalan menuju kebenaran adalah ilmu. Kalau menilai sesuatu itu dengan ilmu, bukan dengan benci atau senang. Jadi cinta itu maqamnya lain, thariqahnya beda, wasilahnya beda. Meski setelah lengkap, akan bertemu juga dengan cinta," demikian ungkap Cak Nun mengawali uraiannya di majelis ilmu Gambang Syafaat 25 Februari 2008 di aula Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang.

Uraian Cak Nun tersebut merupakan respons atas narasi dua Kiai yang malam itu hadir yaitu KH Nuril Arifin dan KH Budi Hardjono. Keduanya memaparkan semesta cinta. Cinta kepada Allah. Cinta kepada Rasul. Cinta kepada para kekasih Allah. Cinta kepada sesama. Gus Nuril, sapaan akrab KH Nuril Arifin, misalnya, yang bersurban putih dengan rambut gondrong tergerai mensinyalir sekarang banyak yang mengaku sufi seperti terlihat dari kostumnya. Detailnya, Gus Nuril juga memberikan contoh model-model orang yang bermaksud menempuh sufisme tetapi malah tidak pas sembari menceritakan keunikan sosok sufi agung Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, utamanya dalam hubungannya dengan murid-murid Syaikh Abdul Qadir. Bagi Gus Nuril, Syariat adalah jalan besar, sedang tasawuf adalah jalan kecil tetapi berliku-liku.

Sementara itu, merespons Gus Nuril, Kiai Budi segera melantunkan judan judan ya allah khubban khubban ya Allah, sebuah senandung cinta kepada Allah. Baru setelah itu Kiai Budi mengembara memetik ilmu-ilmu cinta dari para pesohor seperti Iqbal dan Jalaluddin Rumi. Tentu dengan gayanya yang khas dan mengundang tawa.

Usai Kiai Budi, giliran tamu dari Hizbut Tahrir Indonesia DPW Semarang. Mas Abdullah, sang juru bicara, memberikan tantangan menarik. Menurutnya, cinta itu butuh bukti. Dan yang bisa membuktikan adalah diri kita dan Allah. Begitu pula dengan cinta kepada Rasul. Lantas Mas Abdullah mengajak para hadirin untuk membutikan cinta kepada Nabi dalam konteks dimuatnya kembali gambar atau kartun-kartun yang menghina Nabi oleh sebelas media massa di denmark, termasuk Jyllands-Posten pada 13 Februari 2008. Seperti diketahui, Hizbut Tahrir mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk keras pemuatan ulang kartun Nabi Muhammad itu.

Menanggapi ketiga pembicara itu, Cak Nun menegaskan prinsip dasar bahwa seluruh gejala alam dan peradaban itu memiliki sifat-sifat yaitu materi, energi, dan frekuensi. Cak Nun mencontohkan bahwa pelaksanaan khilafah harus dipertimbangkan apakah akan  diletakkan pada tataran energi, frekuensi, atau materi. Terkait dengan pemuatan kartun Nabi, Cak Nun mengajak para jamaah untuk membuka kembali sejarah perjuangan Nabi Muhammad.

Cak Nun mengingatkan untuk menilik hijrah Nabi ke Thaif. Di sana Rasul dilempari batu dan dilempari kotoran oleh orang-orang kafir. Dan Nabi justru mendoakan mereka. Allahummahdi qaumi fainnahum la ya'lamun (Ya Allah berilah petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti). Cak Nun kemudian bertanya kepada jamaah, “Kira-kira Rasul kalau tahu karikatur itu, apa ya diucapkannya?", Jamaah menjawab, "Allahummahdi qaumi..." Jika seperti itu, beranikah Anda tidak bilang seperti itu? Beranikah Anda mengucapkan sesuatu yang berbeda dengan ucapan Nabi?" tanya Cak Nun. Lebih jauh, Cak Nun menerangkan, "bagi orang yang tahu bahwa cinta Allah kepada Islam begitu besar, maka tak ada kesedihan. Itu layaknya kakang kawah adi ari-ari. Tahun 2012 dan 2015 akan terjadi sesuatu."

Masih kata Cak Nun, "siapa orang kafir yang paling melawan Rasul. Abu Jahal. Abu Sufyan, dll. Pada saat fathu makkah, Rasul berbicara di depan orang-orang Islam dan musuh-musuh mereka. Hadzal yaum laisa yaumul malhamah wa lakin hadzal yaum yaumul markhamah wa antumut tulaqa'. Hari ini bukanlah hari kebencian, tetapi hari ini adalah hari kasih sayang. Dan kalian (para tawanan) adalah orang-orang yang saya bebaskan/merdekakan....," tutur Cak Nun.

Puncaknya, Cak Nun berharap, "Saya ingin dua kalimat Rasul itu muncul secara resmi oleh HTI. Cinta saya kepada Rasul tidak berkurang sedikit pun oleh penghinaan itu. Kasih sayang Rasul lebih luas dari semesta. Rasul bersegera kepada Allah untuk memintakan ampun bagi mereka. Cinta jangan membikin gupuh. Cinta jangan sampai bikin gampang jatuh, jangan gampang marah. HTI jangan terlalu materi. PKS saja sudah mulai ke Frekuensi. Kalau bicara syariat, syariat itu materi. Syariat ojo diomongno (jangan dibicara-bicarakan). Lakunono (Laksanakan). Jadikan ia energi sejarah. Tetapi saya faham dan mengerti semangat Anda.... Dunia lebih kecil dari Anda. Jangan Anda lebih kecil. Pangkulah dunia."

Melanjutkan pembicaraan tentang cinta, Cak Nun menguraikan, "menurut saya, jangan sampai kita terjebak pada madzhab. Siapa yang paling cinta dan dicintai Allah, yaitu Muhammad. Puncak gunung cinta adalah Muhammad. Ujung-ujunganya ketemu Rasulullah. Rasul juga madinatul ilmi. Di puncak ilmu, kita juga bertemu Rasulullah. Musa adalah lambang kebenaran (al-Haq), maka dia ingin sekali memandang "secara ilmiah" wajah Allah. Dan tidak bisa. Sementara Isa adalah lambang cinta.

Adapun Rasulullah adalah amir atau manajer yang mengerti kapan cinta ditonjolkan dan kapan ilmu ditekankan. Dalam kasus Pak Harto, kita salah-salah menempatkan cinta dan ilmu….Kalau kepada Allah pakailah cinta. Mencari Allah dengan ilmu tidak bisa. Kepada Allah ilmu tak bisa diandalkan. Kekayaan tak bisa. Kepada Allah setorlah zuhud serta setor rasa bodoh. Sementara secara horisontal, diperlukan ilmu, maka ayat pertama berbunyi Iqra' bismi rabbikal ladzi khalaq...alladzi allama bil qalam. Qalam adalah perlambang yang harus dicari dalam hubungan dengan maintenance pendidikan. Yang dibutuhkan untuk ilmu adalah qalam. Jadi, jangan madzhabkan cinta."

Lebih jauh Cak Nun menambahkan, "sifat materi itu adalah penjumlahan atau pengurangan. Sedang energi/ilmu bersifat bertambah bertambah. Cintamu kepada Indonesia itu materi atau energi? Cinta tak bisa dibagi 30% untuk ini, 40% untuk itu, dan sisanya untuk yang lain. Yang benar adalah cinta Indonesia 100%, cinta anak 100%, cinta kepada Allah juga 100%. Itu semua karena cinta bukan materi. Cinta kepada Anak 100% tidak bersaing dengan cinta kepada Allah. Itulah sebabnya, sering Islam dipersaingkan demokrasi. Itu pula yang membikin HTI marah....."

Malam itu benar-benar Gambang Syafaat bertabur ilmu dan kasih sayang Allah. Semua yang hadir berada dalam hubungan ukhuwah yang saling memuliakan. Termasuk Pak Harwanto Dahlan yang menambah mesra dan hidup forum malam ini. Juga kawan-kawan IKAMABA Voice. Lebih-lebih Mbak Elin dari Swedia yang sedang riset tentang Sufisme dan politik di Indonesia. Pastilah tema yang dibicarakan pada kesempatan itu sangat relevan dan pas dengan kajiannya. Last but not least, dua Kiai kita, Kiai Budi dan Gus Nuril memperlihatkan kemesraan yang dilandasi ilmu dan cinta.

Sebelum acara ditutup dengan asroqolan simtut duror, Cak Nun melantunkan assolatu wassalamu alaik-nya Syaikh Khusairi yang kalau di Jawa Timur, misalnya, selalu dilantunkan menjelang subuh dari masjid-masjid. Kurang lebih pukul 02.15 dinihari acara usai, dan satu persatu para jamaah saling berjabat tangan meninggalkan majlis dengan secercah pencerahan.


Sumber : http://www.padhangmbulan.com


Read the rest of this entry -»

Sabtu, 11 April 2009

0

Mengapa yang kaya Semakin Kaya

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
dan yang miskin bablas miskin.

Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :

Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Pertanyaannya :

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakah Anda?

untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-

klik disini : Download Ebook Dan Seminar Gratiss


Read the rest of this entry -»

Minggu, 15 Maret 2009

1

Kedaulatan Pangan Menurut Cak Nun

Berikut ini akan saya ulas kembali pembicaraan cak nun di Acara Dialog Kedulatan Pangan di Yogyakarta, 21 Februari 2009.
Berguru Kepada Nabi Soal Pangan

"Kalau kita bicara kedaulatan pangan itu bukan karena kita miskin, tidak karena pemerintah tidak mampu, dan lain-lain. Kalau saya bercita-cita tentang kedaulatan pangan, maka saya cari motivasi yang tidak cuma intelektual, ...dan saya menemukan motivasi itu pada Rasulullah. Jadi ini karena cinta saya kepada Nabi Muhammad."

Pengantar itu disampaikan Cak Nun ketika mengawali presentasinya dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dalam rangkaian acara Rakernas Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyyah bertempat di P4TK Yogyakarta, 21 Februari 2009. Selain Cak Nun, tampil sebagai pembicara adalah Prof. Mochammad Maksum dari UGM dan HS Dillon, dan bertindak sebagai moderator adalah "kiai maiyah" Harwanto Dahlan.


Prof. Maksum, yang saat ini merupakan Pj. Ketua PWNU DIY, menyampaikan makalah berjudul Sistem Ketahanan Pangan Nasional: Tidak Berkedaulatan. Sementara itu Dr. HS Dillon, Senior Governance Advisor Centre for Agricultural and Policy Studies, memaparkan makalah berjudul Problema Kedaulatan Pangan Indonesia. Keduanya berbicara tentang ketidakberdaulatan negara atas masalah pangan nasional. Keduanya menyoroti berbagai kebijakan pangan yang tidak menyejahterkan dan tidak memihak petani.

Menurut HS Dillon, kedaulatan pangan adalah, "hak rakyat untuk menentukan sendiri sistem pertanian mereka serta sistem produksi, distribusi, dan konsumsi pangan." Lebih jauh dikatakan bahwa "kedaulatan pangan akan memenuhi hak atas pangan dan juga hak petani." Sejalan dengan itu, Prof. Maksum menggambarkan enam dimensi krisis ketahanan pangan nasional. Dari segi filsafat, yang terjadi adalah kemelencengan dari ajaran leluhur "gemah ripah loh jinawi". Juga lingkungan tidak masuk hitungan. Dari sudut keadilan, kurang adanya perhatian terhadap rakyat petani sebagai produsen. Dan yang lebih penting, dari sudut syariat, adanya mekanisme harga yang tidak menjamin makanan yang halalan thoyyiban.


Berguru Kepada Nabi Soal Pangan

Sementara itu Cak Nun yang tampil sebagai panelis terakhir mengajak para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia itu untuk mencari alasan yang lebih mendasar. Sebab kata Cak Nun 3-4 tahun ini pemerintah belum tentu sanggup mengatasi persoalan pangan ini. Karena itu, kata Cak Nun, "kita memuhammadiyyahkan diri." Sampai di sini para peserta masih belum membaca ke arah mana Cak Nun akan bicara.



Kemudian Cak Nun menjelaskan bahwa pada masa Nabi memulai dakwah di mekkah dengan titik tekan akidah atau keimanan. Tetapi pada masa di Mekkah itu pula Rasul yang mendapat gelar Al-Amin adalah sosok yang sangat sukses dalam memimpin bisnis istrinya yaitu Khadijah, tetapi uangnya langsung dikirim ke madinah untuk keperluan pengembangan ekonomi di sana. Ini menjelaskan mengapa ketika Rasul hijrah di madinah begitu tiba di sana langsung disambut meriah oleh penduduk Madinah. Sebab, kalau tidak ada hubungannya untuk apa Rasul disambut secara meriah.


Proses hijrah Rasul juga mengandung pelajaran penting mengenai ekologi. Saking cintanya orang Madinah kepada Nabi maka mereka ingin misalnya Nabi bertempat di rumahnya atau kalau hendak membangun masjid dimintanya di tempat mereka juga. Tetapi, nabi memutuskannya dengan menyerahkannya kepada unta. "Ini bukan perkara unta, ini persoalan ekologi. Unta itu akan cenderung mencari tempat yang bagus sumber mata airnya. Maka di tempat unta berhenti dibangunlah misalnya masjid Quba. Dari titik yang dipilih oleh naluri unta itu lalu ditarik garis ke titik selanjutnya, dan jadilah ia pola tata kota yang secara ekonomis dan ekologis ideal," papar Cak Nun.

Dan puncak kecerdasan nabi adalah pernyataan beliau ketika pertama kali tiba di Madinah yaitu "mulai hari ini bercocok tanamlah kalian." Jadi Rasul memperkuat dulu akidah dan keterpercayaan di bidang bisnis (uang), baru kemudian memimpin masyarakat Islam dan masyarakat Madinah pada umumnya untuk mengembangkan tata kehidupan bersama mereka yang salah satu hasilnya adalah Piagam Madinah yang lahir dari pergulatan masyarakat, bukan atas inisiatif kaum elit. Dari pernyataan pertama Rasul ketika tiba di Madinah itu, terlihat bahwa soal pertanian dan pangan itu sangat mendasar dan pokok. Maka menurut Cak Nun kabinet pemerintahan yang ada seharusnya adalah kabinet kedaulatan pangan.

Read the rest of this entry -»