Tampilkan postingan dengan label Cinta Menurut Cak Nun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Menurut Cak Nun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Mei 2010

0

Al HIkam : TIPU DAYA TERHADAP ORANG YANG TIDAK TAAT

KESEDIHAN LANTARAN TIDAK BERBUAT TAAT TETAPI TIDAK BERGERAK UNTUK BERBUAT DEMIKIAN ADALAH TANDA DIPERDAYA (OLEH SYAITAN).

Dunia adalah satu bola besar yang di dalamnya penuh dengan warna-warna syaitan yang menutup pandangan mata hati manusia. Hati yang tertarik kepada warna syaitan akan menghadap kepadanya sambil membelakangi kebenaran. Walaupun syaitan mencuba sedaya upaya menutup hati manusia tetapi kadang-kadang ada juga cahaya kebenaran yang berjaya menyelinap masuk ke dalam hati.

Pada masa itu orang yang berkenaan dapat melihat keburukan dan kecacatan yang ada pada dirinya. Dia akan berasa gundah-gulana melihat keadaan dirinya yang tidak berbuat taat kepada Allah s.w.t. Dia melihat kepada umurnya yang berlalu dengan sia-sia.

Timbullah keinginanya untuk mengubah cara hidup. Bila dia melihat orang lain rajin berulang-alik ke masjid dia pun ingin berbuat demikian. Bila dia melihat orang lain rajin beribadat, berzikir, memuji dan memuja Allah s.w.t, dia juga mahu berbuat demikian. Bila dia melihat orang lain alim dalam bidang agama dia pun ingin menjadi alim juga. Apa juga bidang ketaatan kepada Allah s.w.t yang orang lain buat dia juga ingin membuatnya, bahkan dia ingin melakukan lebih dari orang lain. Begitulah keinsafan yang timbul pada dirinya.


Orang yang rohaninya masih terkurung di dalam bola dunia tidak terlepas dari gangguan warna syaitan. Syaitan sentiasa sahaja memancarkan cahayanya bagi mengelirukan pandangan hati. Syaitan mempunyai berbagai-bagai cara dalam memesungkan manusia dari jalan Allah s.w.t. Kejayaan syaitan yang paling besar adalah jika dapat mengheret manusia melakukan kederhakaan kepada Allah s.w.t dengan berbuat syirik. Jika ia gagal berbuat demikian ia tidak akan membiarkan hamba-hamba Allah s.w.t berjalan dengan senang lenang di atas jalan yang lurus.

Syaitan akan mengenakan berbagai-bagai tipu muslihat terhadap manusia yang sudah timbul keinsafan untuk berbuat taat kepada Allah s.w.t. Syaitan tidak melawannya dengan kekerasan. Orang ini akan dihadapi dengan lemah-lembut dan pujuk rayu. Perhatian orang tadi dialihkan daripada apa yang dia ingin lakukan kepada apa yang dia sudah lakukan.

Syaitan memperlihatkan kepadanya betapa besarnya kebaikan yang pernah dilakukannya Ditiupkan ke dalam hati orang itu bahawa dia sebenarnya sudah berada di atas jalan yang lurus. Syaitan membuktikannya dengan memperingatkannya tentang segala kebaikan yang telah dilakukannya. Telah ramai orang yang ditolongnya, semuanya dia masih ingat. Telah banyak sedekah yang dikeluarkannya, semuanya dia masih ingat. Dia juga biasa bersembahyang, walaupun dia juga biasa meninggalkannya. Dia tertinggal sembahyang bukan kerana cuai, tetapi kerana kesibukan dan tidak disengajakan.

Banyak lagi perkara-perkara baik yang diulang tayang oleh syaitan. Syaitan terus membuaikan hatinya sehingga dia merasakan yang dirinya tidaklah seburuk yang disangkakannya ketika mula-mula datang keinsafan tadi. Hilanglah kesedihan yang mengacau jiwanya lantaran menyangka yang dia memang sudah berada dalam golongan yang taat. Keinginan yang membara tadi sudah mula malap dan akhirnya padam terus. Dia kembali kepada kehidupannya sebagaimana sediakala.

Begitulah cara syaitan memperdayakan manusia. Mula-mula ditiupkan waswas ke dalam hati, kemudian dibentuknya sangkaan-sangkaan yang menutup kebenaran. Manusia pun menurut sangkaan dengan meyakini bahawa apa yang dituruti itu adalah kebenaran. Begitulah yang terjadi kepada orang yang melihat kepada amal secara lahiriah sahaja. Penglihatannya tidak sampai kepada roh amal itu.

Read the rest of this entry -»

Kamis, 29 April 2010

0

Ciuman Yang Salah

Ciuman Yang Salah
KOMPAS.com — Apa yang paling dibutuhkan saat berciuman? Kemampuan mencium dan chemistry, tentunya. Jika keduanya tidak Anda miliki, ciuman pun akan terasa hambar. Sebelum Anda mulai melancarkan ciuman Anda, pastikan Anda mengetahui empat kesalahan yang sering terjadi saat berciuman.

1. Ciuman yang kasar
Sebuah ciuman seharusnya dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan, atau panas dan penuh gairah. Namun, bukan seperti sedang diterkam oleh binatang buas. Untuk memulai sebuah ciuman, lakukan dengan perlahan, dan biarkan momen mencium itu terbangun secara alami. Memaksakan ciuman yang penuh gairah mungkin akan dianggap ceroboh oleh pasangan, jadi hindari “serangan” mendadak seperti perempuan yang tengah cemburu. Tahan diri Anda, dan perhatikan sinyal-sinyal dari pasangan. Bagaimanapun juga, mencium adalah kegiatan sebuah tim, dan jika pasangan tidak menghendakinya, Anda akan dianggap terlalu agresif. Anda perlu mengubah strategi, dan biarkan pasangan melakukan inisiatifnya.

2. Ciuman yang hambar
Sebuah ciuman tidak harus “basah”, tetapi juga jangan hanya menyentuh bibir begitu saja. Libatkan sedikit lidah Anda. Jika pasangan tampak ragu mengirimkan ciumannya, dan Anda ingin memastikan apakah ia memang berniat mencium Anda, tunjukkan antusiasme Anda. Bibir yang mengatup dan kecupan sekilas akan terasa hambar buatnya. Hal ini bisa diibaratkan ketika seseorang bersalaman hanya dengan menyentuh tangan Anda. Enggak mantap, kan? Menciumlah dengan hati: serahkan seluruh bibir Anda, bukan bibir yang mengatup ketat. Tutup mata Anda supaya Anda betul-betul dapat merasakan ciumannya, dan membalasnya dengan penuh perasaan.

3. Ciuman yang bikin ilfil (karena bau mulut)
Tidak susah menghilangkan bau mulut. Makan permen mint atau permen karet, atau gosoklah gigi Anda. Mendapati cabai yang terselip di gigi juga sama sekali enggak bikin turn on. Bila mungkin, hindari makanan atau minuman yang bisa menimbulkan bau, jika Anda memang akan bertemu si dia. Yang lebih penting, ganjal dulu perut dengan makanan ringan karena perut yang kosong juga membuat mulut berbau. Pengalaman dan teknik mencium sehebat apa pun tidak akan menyelamatkan mulut yang bau. Bawa selalu permen di dalam tas, dan tawarkan kepada pasangan jika sejak awal Anda sudah mencium sesuatu yang tidak sedap.

4. Ciuman yang salah sasaran

Ciuman di pipi atau di kening memang bisa membuat Anda merasa disayangi. Namun, jika memang bermaksud mencium bibir, ciumlah bibirnya, bukan dagu, hidung, atau pipinya, apalagi jika ditambah dengan permainan lidah yang meninggalkan liur di sekujur muka. Antusiasme memang merupakan kunci dalam ciuman yang hebat, tetapi tak perlu melibatkan air liur. Jika Anda kepergok sedang melap wajah dengan tisu atau handuk, si dia juga tersinggung. Serba salah, bukan?

Read the rest of this entry -»