Tampilkan postingan dengan label Facebook Mempertemukan Ibu-Anak 27 Tahun Pisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook Mempertemukan Ibu-Anak 27 Tahun Pisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2009

5

Prinsip Perempuan Bijak

Prinsip Perempuan Bijak Menyelamatkan Bumi
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mengatakan, dalam perannya sebagai pendidik, perempuan dapat mendidik anak-anaknya dan masyarakat sekitarnya untuk mencintai lingkungan. Hal ini dapat dimulai dengan mengajak mereka menanam dan memelihara pohon serta mendidik anak-anak tidak mengganggu dan membunuh binatang.

“Juga mengajarkan penghematan pemakaian sumber daya rumah tangga, seperti air, energi untuk memasak, energi penerangan, dan alat rumah tangga lain. Termasuk menyadarkan anak dan masyarakat untuk mengurangi pemakaian zat polutan dan lain sebagainya,” kata Linda Amalia Sari pada peluncuran buku State of World Population 2009, Kamis (19/11) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Linda menjelaskan, banyak perempuan Indonesia yang mampu menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan yang kritis, bahkan beberapa di antaranya telah mendapat penghargaan Kalpataru. Sebagai contoh, pemenang Kalpataru tahun 2002 untuk kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada Ibu Endang Maryatun. Selain itu, Ir Tri Mumpuni menciptakan Energi Listrik Mikrohidro dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yang merupakan pemenang Kalpataru tahun 2005.

Juga ada Katrina Koni, seorag ibu yang berhasil menghijaukan lahan kritis dengan tanaman kayu-kayuan di Dusun Pokapaka, Desa Malimada, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat, NTT.

Menurut Menneg PP dan PA, perempuan pada dasarnya mempunyai dasar kehidupan untuk beradaptasi dan bermitigasi untuk memelihara. Selain itu, sebagian besar perempuan masih menyimpan kearifan lokal yang diwariskan nenek moyangnya. Karena itu, mereka adalah aset penting bagi pemberdayaan, pemeliharaan, dan pencegahan lingkungan dari kerusakan.

Dalam menyikapi pemanasan global, keseimbangan bumi, dan lingkungan hijau, ada 10 prinsip bijak perempuan untuk menyelamatkan Bumi. Pertama, perlakukan tanah secara bijak, bangun rumah di lahan perumahan yang tidak merusak hutan. dan jangan mengubah lahan pertanian menjadi hunian, pabrik, ataupun mal.

Kedua, tingkatkan kualitas hidup. Kendalikan pertumbuhan penduduk dan kurangi hidup boros. Ketiga, budayakan prinsip 3R, yaitu reduce atau kurangi penggunaan benda sekali pakai buang, reuse atau manfaatkan air limbah menjadi air bersih, dan recycle yang berarti daur ulang sampah menjadi kompos.

Keempat, hemat energi. Gunakan energi alam matahari, angin, air, energi bio dari tanaman atau kotoran binatang, serta gunakan listrik atau alat elektronik seperlunya.

Kelima, hemat air. Gunakan air bersih secukupnya, jangan biarkan air terbuang dan buat resapan air.

Keenam, transportasi yang efisien. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk menurunkan gas CO2 yang memicu pemanasan global.

Ketujuh, tanam pohon untuk menyerap CO2. Di setiap rumah, minimal ada dua pohon di pejarangan atau di dalam pot agar udara bersih dan sehat. Kedelapan, kelola sampah menjadi berkah dan bermanfaat. Sampah dipisah. Sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik didaur ulang.

Kesembilan, hindari tas plastik. Sebagai ganti, pakai tas kain untuk belanja atau membawa makanan dengan serbet kain atau tempat makanan yang dapat dipakai lagi.

Kesepuluh, hindari pemakaian bahan kimia karena bahan kimia dapat mencemari tanah. Gunakan pewarna alami atau gunakan ampas kelapa untuk mengepel.
*Sumber : Kompas.Com

Read the rest of this entry -»

Selasa, 17 November 2009

2

Ajaib, Hamil Mendadak, 3 Jam Bisa Punya Bayi

Ajaib, Hamil Mendadak, 3 Jam Bisa Punya Bayi

LAMPUNG - Warga desa kota Napal, Kecamatan Bungamayang, Lampung Utara, di hebohkan dengan salah seorang warganya yang hamil mendadak kemudian melahirkan bayi laki-laki. Padahal, wanita berusia 21 tahun itu sebelumnya tidak hamil.

Senin (12/10/2009), Bekti Wahyuningsih tiba-tiba merasakan sakit dibagian perut dan langsung terus membesar. Selama tiga jam lebih, mendadak wanita yang sudah enam bulan ditinggal sang suami pergi ini melahirkan bayi laki-laki normal dengan berat badan 2,6 kilogram. Kondisinya sehat, kulitnya bersih .

Kabar tersebut, sempat mengundang perhatian warga setempat yang ingin melihat langusung kondisi bayi ajaib itu.

Bekti mengungkapkan, peristiwa ini berawal sekitar pukul 15.00 wib, ia hendak pergi kedapur untuk memasak. Tiba-tiba perutnya mendadak sakit, sambil menahan sakit ia meminta bantuan keluarganya. Dalam keadaan setengah sadar bekti dibawa keluarganya kekamar. Namun, tiba-tiba perut yang dikeluhkan Bekti semula rata justru perlahan-lahan membesar.

Sekitar tiga jam berselang, ia merasakan ingin buang hajat, namun, bukannya hajat yang keluar malainkan sesosok bayi laki-laki. Sejumlah warga maupun tetangga yang berada di sekitar Bekti kaget dan terkejut melihat kejadian itu.

Usai dilahirkan, sang bayi ajaib itu langsung memiliki nama yaitu Rahmadhani. Nama itu diperoleh atas usulan dari salah seorang paranormal setempat yang melihat tulisan arab berwarna putih ditangan kanan sang bayi dengan tulisan “rahmadhani” di yakini sang bayi lahir sudah membawa nama di telapak tangannya.




Read the rest of this entry -»

Selasa, 09 Juni 2009

1

Facebook Mempertemukan Ibu-Anak 27 Tahun Pisah

Facebook Mempertemukan Ibu-Anak yang Terpisah 27 Tahun

BUDAPEST - Situs jejaring sosial Facebook ternyata tidak hanya sekadar situs pertemanan saja. Berkat situs itu, ibu dan anak yang telah berpisah selama 27 tahun akhirnya bisa bertemu kembali.

Avril Grube tidak pernah melihat lagi anak laki-lakinya Gavin Paros sejak dia berumur 3 tahun. Paros dibawa kabur sang ayah, Joseph Paros, yang sudah bercerai dengannya. Bertahun-tahun Avril mencari buah hatinya tersebut hingga 27 tahun lamanya.

Suatu saat, Berly Wilson, adik dari Avril Grube, menuliskan nama Gavin Paros di mesin pencari Google dan akhirnya menemukan link dari nama yang dicari di situs jejaring sosial Facebook. Setelah menelusuri nama yang pas, Berly menemukan riwayat nama yang sesuai.

Setelah saling memberi pesan di Facebook dan beberapa kali melakukan kontak, akhirnya Berly yakin kalau Gavin Paros adalah keponakannya yang selama ini dicari-cari oleh ibunya. Tak pelak, setelah dipertemukan tangis haru langsung pecah dari keduanya.

"Saya tidak bisa tidur, saya tidak sabar menunggu saat pertemuaan itu tiba. Meski sudah hampir 30 tahun, ketika saya pertama melihatnya, saya akui dia memiliki mata saya," ujar Avril, seperti yang dikutip Times Online, Sabtu (30/5/2009)www.okezone.com



Read the rest of this entry -»