Tampilkan postingan dengan label Yang Mendorong Perubahan Sosial Budaya Dalam Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang Mendorong Perubahan Sosial Budaya Dalam Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Mei 2010

0

Usulkan Hari Museum Nasional

Indonesia Usulkan Hari Museum Nasional

[Indonesia Usulkan Hari Museum Nasional] Indonesia Usulkan Hari Museum Nasional

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mengusulkan kepada Dewan Museum Internasional tentang Hari Museum Indonesia pada pertemuan di Shanghai, China, pada Oktober 2010.

"Rencananya pada pertemuan dengan Dewan Museum Internasional (ICOM) di Shanghai, Indonesia akan mengusulkan Hari Museum Indonesia pada tahun 2011," kata Direktur Museum Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kembudpar Dra Intan Mardiana Napitupulu kepada pers di Jakarta, Selasa.

Intan menjelaskan, Indonesia adalah salah satu dari 152 negara yang menjadi anggota Dewan Museum Internasional tersebut, sehingga harus mengikuti standar museum yang ada.

"Museum di Indonesia harus mengikuti standar yang diberikan oleh ICOM sebagai Dewan internasional," katanya.

Kembudpar mencanangkan Tahun Kunjungan Museum (TKM) pada tahun 2010 ini. Menurut Intan, TKM 2010 merupakan permulaan dari Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang dilaksanakan selama lima tahun (2010-2014).

"Gerakan Nasional Cinta Museum adalah permulaan dari Tahun kunjungan Museum yang dicanangkan pada tahun 2010," kata Intan.

Intan menceritakan salah satu kegiatan dalam program GNCM adalah merevitalisasi 89 museum yang ada di 33 provinsi di Indonesia.

"Pada tahun 2010 ini kita mulai dari empat museum di daerah, 28 di seluruh provinsi dan 5 upt pemerintah," kata Intan.

Intan menjelaskan semakin menurunnya jumlah pengunjung museum disebabkan oleh pengelolaan museum yang tidak maksimal karena berbagai kendala. Misalnya saja minimnya tenaga ahli, tata kelola museum, hingga pengaturan tata letak koleksinya.

"Pengunjung museum saat ini hanya sekitar 3-4 persen penduduk indonesia, sehingga saat ini kami (Kembudpar) sedang menyusun acuan, seperti standar SDM, fisik dalam display, interior museum dan tata kelola museum agar lebih baik," kata Intan.

Intan optimis bahwa lima tahun ke depan museum-museum di Indonesia akan berubah dan pengunjungnya jauh lebih banyak.

"Saya percaya hingga lima tahun ke depan seluruh museum di Indonesia akan menjadi jauh lebih baik dan memiliki jumlah pengunjung yang lebih banyak, katanya.

Menurutnya, jumlah pengunjung museum akan bertambah, asal pengelola museum lebih memperhatikan kualitas museum terlebih dahulu dibandingkan kuantitas pengunjung.

"Revitalisasi tidak pada kuantitas tapi juga pada kualitas", kata Intan.

*(ANTARA)




Read the rest of this entry -»

Kamis, 03 September 2009

1

Yang Mendorong Perubahan Sosial Budaya Dalam Masyarakat

Yang Mendorong Perubahan Sosial Budaya Dalam Masyarakat

Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju ke arah kemunduran. Terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.

1. Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan transportasi. Sebagai contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara membakarnya, sekarang di zaman modern memasak makanan menggunakan alat modern seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan.

2. Mata pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem produksi. Sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya, sedangkan kaum perempuan tinggal di rumah mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja dan mata pencaharian untuk kaum laki-laki tidak hanya berburu saja, tetapi sudah beragam jenisnya.

3. Sistem kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu rumah. Saat ini ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan hobi yang sama seperti ikatan motor gede (MOGE), orari (radio amatir).

4. Bahasa dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.

5. Kesenian mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh, orang Jawa menganggap bahwa sebuah rumah yang indah jika bernuansa gelap, sekarang masyarakat Jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang ataupun pastel.

6. Sistem pengetahuan berkaitan dengan teknologi. Dahulu kala sistem pengetahuan hanya berpedoman pada alam atau peristiwa alam. Sekarang ini sistem pengetahuan terus berkembang seiring berkembangnya teknologi.

7. Religi atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang dewa, roh halus, dan sebagainya. Oleh karena itu, segala kegiatan manusia dikaitkan dengan kepercayaan berdasarkan getaran jiwa. Namun, sekarang aktivitas manusia banyak yang dikaitkan dengan akal dan logika.

Perubahan di berbagai bidang sering disebut sebagai perubahan sosial dan perubahan budaya karena proses berlangsungnya dapat terjadi secara bersamaan. Meskipun demikian perubahan sosial dan budaya sebenarnya terdapat perbedaan. Ada yang berpendapat bahwa perubahan sosial dapat diartikan sebagai sebuah transformasi budaya dan institusi sosial yang merupakan hasil dari proses yang berlangsung terus-menerus dan memberikan kesan positif atau negatif. Perubahan sosial juga diartikan sebagai perubahan fungsi kebudayaan dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan lain.
*BELAJAR MENDAPATKAN UANG DI INTERNET

Read the rest of this entry -»